Bank Harus Hati-Hati Berikan Kredit dan Perketat Jaminan Resiko

Krisis global, terutama pandemi Covid-19, berdampak signifikan pada kinerja keuangan perbankan. Hal ini terlihat dari peningkatan non-performing loan (NPL) di beberapa bank. peningkatan NPL ini disebabkan oleh kontraksi ekonomi yang terjadi akibat pandemi. “Namun, seiring dengan upaya pemulihan ekonomi, NPL diharapkan bisa ditekan,” ujar Dosen Program Studi Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) Wuku Astuti SE.

konsolidasi pasca krisi yang dilakukan dapat mengurangi NPL secara signifikan. dalam hal ini, bank-bank dapat melakukan restrukturisasi kredit dan menjual aset-aset yang kurang produktif. pengawasan terhadapt NPL menjadi sangat penting terutama di masa pandemi ini. “Bank-bank diharapkan melakukan mitigasi risiko dan melakukan manajemen aset secara efektif untuk mengurangi risiko kredit bermasalah,” tambah ketua Program Studi (Kaprodu) Akuntansi UWM ini.

Bank-bank dapat optimistis karena pemulihan ekonomi yang diikuti peningkatan permintaan kredit akan memberikan dampak positif pada kinerja keuangan. “Bank tetap harus berhati-hati dalam memberikan kredit dan memperketat manajemen risiko untuk menghindari risiko kredit bermasalah di masa depan,” jelas beliau.

dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh bank dalam menghadapi krisis global, diharapkan kinerja keuangan perbankan bisa semakin membaik. dalam hal ini, konsolidasi pasca krisis dan mitigasi risiko menjadi kunci penting dalam mengurangi NPL dan meningkatkan kinerja perbankan. diharapkan, dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, kinerja keuangan perbankan bisa kembali stabil.

source: laman Jawa Pos Radar Jogja

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *